Tegal, 08 Februari 2026 – Dengan penuh semangat dan optimisme, Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid, melepas peserta OlympicAD 8 dari Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Tegal yang akan berangkat pada hari Rabu, 11 Februari 2026. Ajang bergengsi tingkat nasional ini akan berlangsung di Makassar pada 12–14 Februari 2026, mempertemukan sekolah-sekolah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.
Mengusung “Berangkat Gembira, Pulang Bawa Juara”, kontingen Kabupaten Tegal bertekad menunjukkan prestasi terbaik sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai Islami dalam setiap cabang lomba.

Salah satu peserta yang menjadi sorotan adalah Hana Athifa Ghaisani, siswi kelas 5 SD Muhammadiyah Kemantran (SD MUHTRAN). Hana merupakan penghafal Al-Qur’an yang telah menyelesaikan hafalan 5 juz (Juz 30, 29, 1, 2, dan 3). Ia akan mewakili sekolah dalam cabang Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) di OlympicAD 8. Kepala SD Muhtran, Lailatul Jannah menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Hana. Menurutnya, keikutsertaan Hana adalah bukti nyata bahwa siswa SD Muhtran tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam bidang keagamaan.
Majelis Dikdasmen PNF PDM Kabupaten Tegal turut memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan kontingen ini. Ketua Majelis Dikdasmen menegaskan bahwa OlympicAD bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi, pengembangan potensi, dan pembentukan karakter Islami bagi siswa Muhammadiyah.
Dalam acara pelepasan, Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid memberikan dukungan penuh kepada seluruh peserta. Kehadiran beliau menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan Muhammadiyah yang berorientasi pada prestasi akademik sekaligus pembinaan karakter Islami. Beliau menekankan pentingnya semangat juang, kebersamaan, serta harapan agar kontingen Kabupaten Tegal dapat membawa pulang prestasi terbaik dari Makassar.
Kontingen Kabupaten Tegal menargetkan prestasi di berbagai cabang lomba, mulai dari akademik, seni, olahraga, hingga tahfidz Qur’an. Dengan persiapan matang dan dukungan dari guru serta orang tua, para peserta optimis mampu mengharumkan nama daerah. Bagi SD Muhammadiyah Kemantran, keikutsertaan Hana Athifa Ghaisani menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi. Sekolah berharap momentum ini dapat memotivasi seluruh santri tahfidz untuk menjaga dan menambah hafalan Al-Qur’an, sekaligus mengembangkan potensi di bidang lain.




